Makna dan Filosofi Arsitektur Gereja Toraja


Makna dan Filosofi Arsitektur Gereja Toraja

Gereja Toraja menjadi salah satu simbol keberadaan agama Kristen di kawasan Toraja, Sulawesi Selatan. Namun, di balik bangunan yang megah tersebut, terdapat makna dan filosofi arsitektur yang sangat kental.

Makna dari arsitektur gereja Toraja dapat dilihat dari bentuk bangunannya yang menyerupai rumah adat Toraja. Menurut Dr. Ir. Iwan Sudradjat, M.Eng, arsitek senior Indonesia, bentuk bangunan gereja Toraja ini menggambarkan bahwa gereja tersebut merupakan bagian dari masyarakat Toraja yang memiliki kepercayaan dan budaya sendiri.

“Bangunan gereja Toraja mengandung makna yang sangat dalam. Selain sebagai tempat ibadah, gereja ini juga menjadi wadah untuk mempertahankan kebudayaan dan tradisi Toraja,” ungkap Dr. Iwan Sudradjat.

Selain itu, filosofi arsitektur gereja Toraja juga menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan simbol keberagaman umat manusia. Hal ini terlihat dari penggunaan bahan-bahan yang berasal dari alam sekitar, seperti kayu, bambu, dan batu, yang dipadukan dengan teknik bangunan modern.

Menurut John S. Echols dan Hassan Shadily, penulis Kamus Indonesia-Inggris, filosofi arsitektur gereja Toraja juga mengandung makna religius. “Gereja Toraja merupakan tempat suci yang memperlihatkan kekuasaan Tuhan dalam kehidupan manusia. Bangunan gereja ini juga menggambarkan kesucian dan keagungan Tuhan,” tulis Echols dan Shadily.

Dalam pembangunan gereja Toraja, peran masyarakat sangat penting. Mereka tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pembangun dan pemelihara bangunan. Hal ini menunjukkan bahwa gereja Toraja bukan hanya milik gereja, tetapi juga milik seluruh masyarakat Toraja.

Sebagai salah satu contoh, gereja Toraja Palawa di Rantepao, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu gereja Toraja yang megah dan memiliki filosofi arsitektur yang kuat. Gereja ini dibangun pada tahun 1995 oleh para pemuda Toraja yang ingin memperlihatkan kecintaan mereka pada agama dan budaya Toraja.

“Bangunan gereja Toraja Palawa merupakan simbol keberagaman dan persatuan umat manusia. Kami berharap gereja ini dapat menjadi tempat yang damai dan berdampak positif bagi masyarakat Toraja,” ujar salah satu pemuda Toraja yang terlibat dalam pembangunan gereja Palawa.

Secara keseluruhan, makna dan filosofi arsitektur gereja Toraja sangatlah kaya dan mengandung banyak nilai-nilai yang bisa diambil. Bangunan gereja ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol keberagaman, kepercayaan, dan budaya Toraja yang harus dijaga dan dilestarikan.