Pengaruh Musik Tradisional dalam Lagu Gereja Indonesia


Pengaruh Musik Tradisional dalam Lagu Gereja Indonesia

Musik tradisional Indonesia memiliki banyak pengaruh dalam lagu gereja Indonesia. Musik tradisional di Indonesia sangat kaya dan memiliki beragam jenis musik. Jenis musik tradisional Indonesia seperti gamelan, keroncong, dangdut, dan banyak lagi, telah memberikan pengaruh yang besar dalam lagu gereja Indonesia.

Menurut Dr. Georgina Pattinama, seorang ahli musik tradisional Indonesia, “Pengaruh musik tradisional dalam lagu gereja Indonesia sangat penting karena lagu gereja harus dapat menarik dan memotivasi umat untuk menyanyi dan memuji Tuhan dengan semangat”.

Salah satu contoh pengaruh musik tradisional dalam lagu gereja Indonesia adalah dalam lagu “Ku Nyanyi Haleluya”. Lagu ini menggunakan alat musik tradisional Indonesia seperti gamelan dan seruling. Hal ini membuat lagu ini menjadi sangat khas dan meningkatkan semangat umat dalam memuji Tuhan.

Selain itu, banyak lagu gereja Indonesia yang menggunakan irama keroncong. Irama keroncong memberikan nuansa yang khas dan menggugah hati dalam menyanyikan lagu gereja. Sebagai contoh, lagu “Dari Sion Allah Berfirman” yang menggunakan irama keroncong membuat lagu ini sangat mudah diingat dan sangat populer di kalangan umat.

Namun, tidak semua orang setuju dengan pengaruh musik tradisional dalam lagu gereja Indonesia. Ada beberapa orang yang menganggap bahwa penggunaan musik tradisional dapat mengurangi kesakralan lagu gereja. Namun, menurut Pdt. Dr. Timotius Arifin, seorang teolog, “Penggunaan musik tradisional dalam lagu gereja Indonesia bukanlah masalah jika tujuannya adalah untuk memuji Tuhan dan menarik hati umat”.

Dalam kesimpulan, pengaruh musik tradisional dalam lagu gereja Indonesia sangat penting dalam meningkatkan semangat umat dalam memuji Tuhan. Penambahan unsur-unsur musik tradisional dalam lagu gereja Indonesia memberikan nuansa yang khas dan membuat lagu gereja menjadi mudah diingat. Namun, penggunaan musik tradisional haruslah sesuai dengan tujuan memuji Tuhan dan tidak mengurangi kesakralan lagu gereja.

Sumber:
– Pattinama, G. (2009). Musik Tradisional Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.
– Arifin, T. (2013). Musik dalam Ibadah Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.