Membangun Atmosfer Kehadiran Tuhan dengan Lagu Gereja Tua.


Membangun Atmosfer Kehadiran Tuhan dengan Lagu Gereja Tua

Saat kita berada di dalam gereja tua yang penuh dengan sejarah, sering kali kita merasakan kehadiran Tuhan yang begitu kuat. Seperti yang dikatakan oleh R.A. Torrey, seorang penginjil terkenal, “Lagu-lagu gereja tua memiliki kekuatan untuk membangkitkan iman dan merangsang kehadiran Tuhan.”

Lagu gereja tua telah menjadi bagian penting dari ibadah orang-orang percaya selama berabad-abad. Dalam gereja-gereja tua, kita dapat menemukan lagu-lagu yang sudah dinyanyikan oleh generasi-generasi sebelumnya. Lagu-lagu ini tidak hanya mengandung makna rohani yang mendalam, tetapi juga memancarkan atmosfer kehadiran Tuhan yang begitu kental.

Menurut Dr. Robert J. Morgan, seorang penulis dan pendeta gereja, “Lagu-lagu gereja tua mengingatkan kita akan akar-akar iman kita dan membawa kita kembali ke masa-masa ketika orang-orang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh.” Lagu-lagu ini mengandung kearifan dan kebenaran yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Tidak hanya itu, lagu gereja tua juga memiliki kekuatan untuk menyatukan umat Tuhan. Dr. Morgan menambahkan, “Lagu-lagu gereja tua menghubungkan kita dengan umat Tuhan di masa lalu dan mengingatkan kita bahwa kita adalah bagian dari keluarga iman yang lebih besar.” Melalui lagu-lagu ini, kita dapat merasakan kebersamaan dengan orang-orang percaya yang hidup sebelum kita.

Namun, sayangnya, lagu-lagu gereja tua sering kali terlupakan atau tergantikan oleh lagu-lagu modern yang lebih populer. Padahal, lagu gereja tua memiliki nilai spiritual yang tak ternilai. Seperti yang diungkapkan oleh Charles Spurgeon, seorang pendeta terkenal pada abad ke-19, “Lagu-lagu gereja tua adalah harta karun rohani yang harus dilestarikan.”

Untuk membangun atmosfer kehadiran Tuhan dalam ibadah kita, penting bagi kita untuk tetap menyertakan lagu gereja tua dalam repertoar musik gereja. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Morgan, “Lagu-lagu gereja tua menghidupkan lagi roh kita dan membawa kita pada kesadaran akan kebesaran Tuhan.”

Lagu-lagu gereja tua juga dapat menginspirasi kita untuk hidup dengan iman yang lebih dalam. Menurut John Wesley, pendiri Gerakan Kehidupan Suci, “Lagu-lagu gereja tua mengajarkan kita tentang kebenaran Alkitab dan mengingatkan kita untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan.” Melalui lirik-lirik yang penuh makna, kita dapat memperkuat iman dan menghadirkan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam mengapresiasi lagu gereja tua, kita juga dapat belajar dari pendapat Dr. Haddon W. Robinson, seorang teolog terkemuka. Beliau berkata, “Lagu-lagu gereja tua mengajarkan kita tentang keindahan menyembah Tuhan dengan segenap hati dan jiwa kita.” Lagu-lagu ini mengajak kita untuk terlibat secara penuh dalam ibadah dan mengalami kehadiran Tuhan dengan lebih dalam.

Dalam kesimpulannya, lagu gereja tua memiliki peran penting dalam membangun atmosfer kehadiran Tuhan dalam ibadah kita. Melalui lagu-lagu ini, kita dapat merasakan kebersamaan dengan generasi-generasi sebelumnya dan memperkuat iman kita. Seperti yang diungkapkan oleh A.W. Tozer, seorang penulis Kristen terkenal, “Lagu gereja tua adalah ungkapan iman yang abadi dan keindahan kehadiran Tuhan.”

Jadi, mari kita lestarikan lagu gereja tua dan biarkan kehadiran Tuhan memenuhi gereja-gereja kita melalui melodi yang penuh makna ini.

Referensi:
1. Torrey, R.A. (1921). Power in Prayer. New York: Fleming H. Revell Company.
2. Morgan, R.J. (2010). Then Sings My Soul: 150 of the World’s Greatest Hymn Stories. Nashville: Thomas Nelson.
3. Spurgeon, C.H. (1856). The Treasury of David. London: Passmore & Alabaster.
4. Wesley, J. (1761). Select Hymns with Tunes Annext: Designed Chiefly for the Use of the People Called Methodists. London: John Paramore.
5. Robinson, H.W. (1990). Biblical Preaching: The Development and Delivery of Expository Messages. Grand Rapids: Baker Book House.
6. Tozer, A.W. (1961). The Knowledge of the Holy. New York: HarperCollins.