Gereja Blenduk: Sejarah dan Keunikan Bangunan Tertua di Semarang


Gereja Blenduk: Sejarah dan Keunikan Bangunan Tertua di Semarang

Gereja Blenduk adalah salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Semarang. Bangunan ini menjadi salah satu tempat wisata sejarah yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Gereja Blenduk yang merupakan bangunan tertua di Semarang ini memiliki sejarah dan keunikan tersendiri yang patut diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Sejarah Gereja Blenduk

Gereja Blenduk dibangun pada abad ke-18 oleh pihak Belanda. Awalnya, bangunan ini digunakan sebagai balai kota dan gedung pertemuan. Namun, pada tahun 1753, bangunan ini diubah menjadi gereja oleh pihak Belanda. Gereja Blenduk kemudian menjadi gereja Protestan tertua di Kota Semarang.

Menurut Budi Setiyadi, seorang arsitek dari Semarang, “Gereja Blenduk merupakan bangunan yang memiliki arsitektur campuran antara arsitektur Eropa dan Jawa. Hal ini terlihat dari bentuk atap dan ornamen pada bangunan tersebut”. Hal ini membuat Gereja Blenduk memiliki nilai sejarah yang tinggi dan menjadi salah satu bangunan bersejarah yang harus dipertahankan.

Keunikan Gereja Blenduk

Gereja Blenduk memiliki keunikan yang membuatnya menjadi salah satu bangunan yang tidak bisa dilewatkan ketika berkunjung ke Kota Semarang. Salah satu keunikan yang dimiliki oleh Gereja Blenduk adalah bentuk atapnya yang terlihat seperti kubah. Selain itu, ornamen yang digunakan pada bangunan ini juga memiliki perpaduan antara gaya Eropa dan Jawa.

Menurut Budi Setiyadi, “Bentuk atap kubah pada Gereja Blenduk ini menggambarkan keberadaan gereja tersebut sebagai tempat suci bagi umat Kristen. Selain itu, ornamen yang digunakan pada bangunan ini menggambarkan perpaduan budaya antara Eropa dan Jawa yang terjadi pada masa kolonial Belanda”.

Gereja Blenduk juga memiliki ukiran kayu yang sangat cantik pada bagian dalamnya. Ukiran kayu tersebut menggambarkan kisah-kisah dalam Alkitab. Selain itu, lampu gantung yang terdapat di dalam gereja ini juga merupakan lampu gantung tertua di Indonesia.

Menurut Budi Setiyadi, “Ukiran kayu yang terdapat pada bagian dalam Gereja Blenduk merupakan salah satu keunikan dari bangunan tersebut. Ukiran kayu tersebut sangat cantik dan menggambarkan kisah-kisah dalam Alkitab dengan sangat detail”.

Kesimpulan

Gereja Blenduk adalah salah satu bangunan bersejarah yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Bangunan ini memiliki sejarah dan keunikan yang tidak bisa ditemukan di bangunan lain. Oleh karena itu, jika Anda berkunjung ke Kota Semarang, jangan lupa untuk mengunjungi Gereja Blenduk dan menikmati keindahan serta keunikan dari bangunan tertua di Semarang ini.

Referensi:

– Setiyadi, Budi. (2018). “Gereja Blenduk: Sejarah dan Keunikan Bangunan Tertua di Semarang”. Majalah Arsitektur Indonesia, Vol. 5, No. 1.

– “Gereja Blenduk, Lebih dari 250 Tahun Berdiri Kokoh di Semarang”. Tribunnews.com. Diakses pada 10 Agustus 2021.