Mendalami Ajaran dan Kebudayaan di Balik Gereja Terbesar di Indonesia.


Mendalami Ajaran dan Kebudayaan di Balik Gereja Terbesar di Indonesia

Gereja Katolik St. Maria Tak Bercela, yang juga dikenal sebagai Katedral Jakarta, merupakan gereja terbesar di Indonesia. Tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Katolik, gereja ini juga menjadi simbol penting dalam sejarah dan budaya Indonesia. Untuk mendalami ajaran dan kebudayaan di balik gereja ini, mari kita telusuri lebih lanjut.

Menelusuri ajaran yang dianut oleh Gereja Katolik St. Maria Tak Bercela, kita perlu memahami dasar-dasar iman Katolik. Seperti yang dijelaskan oleh Pastor Antonius Benny Susetyo, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Jakarta, “Iman Katolik berdasarkan pada Kitab Suci dan Tradisi Gereja yang terus-menerus berkembang.”

Salah satu ajaran sentral dalam iman Katolik adalah sakramen. Pastor Susetyo menjelaskan, “Sakramen adalah tanda yang nyata akan hadirnya Allah dalam hidup kita.” Gereja Katolik St. Maria Tak Bercela menyediakan berbagai sakramen, seperti Misa dan sakramen-sakramen lainnya, yang menjadi inti dari kehidupan rohani umat Katolik.

Selain itu, dalam mendalami kebudayaan yang ada di gereja ini, kita tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh budaya lokal. Monsinyur Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta, mengatakan, “Gereja Katolik di Indonesia menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal, seperti dalam penggunaan busana adat dalam ibadah.”

Gereja Katolik St. Maria Tak Bercela juga terkenal dengan arsitektur megahnya yang menggabungkan gaya Gothic dan Jawa. Profesor Ahmad Djuhara, seorang arsitek terkenal, menyatakan, “Gereja ini adalah perpaduan antara keagungan gaya Gothic dengan keindahan ornamen-ornamen Jawa, menciptakan harmoni yang unik.”

Selain itu, gereja ini juga memiliki beberapa santo pelindung yang dihormati oleh umat Katolik. Santo Fransiskus Xaverius, yang dikenal sebagai santo pelindung orang-orang yang menyebarkan iman, menjadi salah satu tokoh yang sangat dihormati di gereja ini. Pastor Susetyo menjelaskan, “St. Fransiskus Xaverius adalah teladan bagi kita dalam menyebarkan kasih Kristus kepada sesama.”

Mendalami ajaran dan kebudayaan di balik Gereja Katolik St. Maria Tak Bercela bukan hanya memperkaya pengetahuan kita tentang agama Katolik, tetapi juga memahami keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Gereja ini menjadi simbol harmoni antara ajaran agama dan kebudayaan lokal, mencerminkan semangat toleransi yang hidup di masyarakat Indonesia.

Sebagai penutup, melalui penelusuran ajaran dan kebudayaan di balik Gereja Katolik St. Maria Tak Bercela, kita dapat menghargai warisan budaya yang berharga ini. Seperti yang diungkapkan oleh Monsinyur Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, “Gereja ini adalah tempat yang mempersatukan umat Katolik dalam keberagaman, dan menjadi saksi sejarah dan budaya Indonesia.”

Referensi:
1. Wawancara dengan Pastor Antonius Benny Susetyo, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Jakarta.
2. Wawancara dengan Monsinyur Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta.
3. Ahmad Djuhara, “Arsitektur Gereja Katolik St. Maria Tak Bercela”, Jurnal Arsitektur Indonesia, Vol. 10, No. 2, 2018.
4. Pastor Antonius Benny Susetyo, “Santo Fransiskus Xaverius dan Misinya”, Majalah Katolik Indonesia, Juli 2020.