Tokoh Reformasi Gereja Indonesia: Sejarah, Pemikiran, dan Warisan bagi Gereja Masa Kini.


Tokoh Reformasi Gereja Indonesia: Sejarah, Pemikiran, dan Warisan bagi Gereja Masa Kini.

Reformasi Gereja Indonesia merupakan gerakan yang mengubah wajah gereja di Indonesia. Gerakan ini tidak hanya berdampak pada gereja-gereja di masa lalu, tetapi juga memberikan warisan berharga bagi gereja masa kini. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang tokoh-tokoh penting dalam Reformasi Gereja Indonesia, serta pemikiran dan warisan mereka bagi gereja masa kini.

Salah satu tokoh penting dalam Reformasi Gereja Indonesia adalah Dr. Stephen Tong. Beliau adalah seorang pendeta dan teolog yang aktif dalam memperjuangkan kebangunan rohani di gereja-gereja Indonesia. Dr. Stephen Tong adalah salah satu pendiri Lembaga Reformed Injili Indonesia (LRII) yang menjadi lembaga pendidikan teologi terkemuka di Indonesia. Beliau juga memiliki peran yang signifikan dalam gerakan Reformed Charismatic yang mengkombinasikan ajaran Reformed dengan pemberitaan karismatik.

Dr. Stephen Tong sering kali mengingatkan gereja untuk kembali kepada Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupan gereja. Beliau berkata, “Gereja yang benar adalah gereja yang hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Gereja tidak boleh hanya hidup dalam tradisi atau budaya, tetapi harus hidup dalam ketaatan kepada Alkitab.” Pemikiran ini menjadi landasan bagi gereja masa kini untuk tetap mengedepankan kebenaran Alkitab dalam segala aspek kehidupan gereja.

Tokoh Reformasi Gereja Indonesia lainnya adalah Pdt. Dr. Petrus Agung Purnomo. Beliau adalah pendeta dan penginjil yang dikenal karena pelayanannya yang kuat dalam bidang penginjilan dan kebangunan rohani. Pdt. Dr. Petrus Agung Purnomo adalah pendiri dan pemimpin dari Komunitas Oikos Nusantara yang berfokus pada pengembangan gereja-gereja kecil dan penginjilan.

Pada tahun 1999, Pdt. Dr. Petrus Agung Purnomo bersama dengan beberapa tokoh gereja Indonesia lainnya, mendirikan Gerakan Reformed Injili Indonesia (GRII) sebagai wadah untuk memperjuangkan kebangunan rohani di gereja-gereja Indonesia. GRII juga memiliki visi untuk melahirkan gereja-gereja yang kuat secara rohani dan memuridkan setiap orang percaya untuk menjadi pemurid yang tangguh.

Pemikiran Pdt. Dr. Petrus Agung Purnomo tentang pentingnya penginjilan dan kebangunan rohani menjadi inspirasi bagi gereja masa kini. Beliau berkata, “Gereja yang hidup adalah gereja yang hidup dalam penginjilan dan kebangunan rohani. Kita harus berani keluar dari zona nyaman gereja dan memperjuangkan jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus.” Pemikiran ini membawa dampak positif bagi gereja masa kini dalam menggerakkan penginjilan dan membangun kehidupan rohani yang lebih dalam.

Selain Dr. Stephen Tong dan Pdt. Dr. Petrus Agung Purnomo, masih banyak tokoh-tokoh lainnya yang berperan penting dalam Reformasi Gereja Indonesia. Melalui pemikiran dan perjuangan mereka, gereja-gereja di Indonesia mengalami perubahan yang signifikan. Gereja masa kini dapat meneruskan warisan yang ditinggalkan oleh tokoh-tokoh ini dengan mengedepankan kebenaran Alkitab, penginjilan yang kuat, dan kebangunan rohani yang berkelanjutan.

Dalam menghadapi tantangan gereja masa kini, kita dapat mengambil inspirasi dari kata-kata Dr. Stephen Tong, “Gereja yang kuat adalah gereja yang hidup dalam ketaatan kepada Firman Tuhan. Kita harus memiliki ketekunan dalam belajar Alkitab dan hidup dalam kebenaran-Nya.” Dan juga kata-kata Pdt. Dr. Petrus Agung Purnomo, “Gereja yang kuat adalah gereja yang hidup dalam penginjilan dan kebangunan rohani. Kita harus berani keluar dari zona nyaman gereja dan memuridkan setiap orang percaya untuk menjadi pemurid yang tangguh.”

Dalam kesimpulan, Reformasi Gereja Indonesia telah memberikan kontribusi yang besar bagi gereja masa kini. Tokoh-tokoh seperti Dr. Stephen Tong dan Pdt. Dr. Petrus Agung Purnomo telah memberikan pemikiran dan warisan berharga bagi gereja Indonesia. Dengan mengedepankan kebenaran Alkitab, penginjilan yang kuat, dan kebangunan rohani yang berkelanjutan, gereja masa kini dapat terus mengalami pertumbuhan dan mempengaruhi masyarakat di sekitarnya.