Sejarah Tersembunyi dari Lagu Gereja Tua dan Chord-nya


Sejarah Tersembunyi dari Lagu Gereja Tua dan Chord-nya

Lagu gereja tua menjadi salah satu hal yang selalu mengiringi kegiatan ibadah di gereja. Tidak hanya itu, lagu-lagu tersebut juga sering dinyanyikan di acara-acara keagamaan lainnya. Namun, tahukah Anda bahwa di balik lirik dan chord-nya terdapat sejarah tersembunyi yang menarik?

Sejarah tersembunyi dari lagu gereja tua bisa ditemukan pada lirik lagu tersebut. Sebagian besar lagu gereja tua mengandung pesan moral dan religius yang sangat kuat. Selain itu, lagu-lagu tersebut juga menceritakan kisah-kisah dari Alkitab yang menjadi landasan iman Kristen.

Tidak hanya itu, lirik lagu gereja tua juga mencerminkan kepercayaan dan kondisi sosial masyarakat pada masa itu. Sebagai contoh, lagu “Gereja Tua” yang diciptakan oleh Gombloh pada tahun 1974, menceritakan tentang keindahan dan keheningan gereja tua yang menjadi tempat beribadah bagi masyarakat.

Namun, di balik lirik yang indah tersebut, terdapat sejarah tersembunyi yang menarik. Menurut beberapa sumber, lagu “Gereja Tua” pada awalnya ditulis sebagai lagu protes terhadap kebijakan pemerintah yang merusak situs sejarah dan kebudayaan di Indonesia.

Selain itu, chord-nya pun memiliki sejarah tersendiri. Menurut beberapa sumber, chord lagu gereja tua pada awalnya diambil dari musik keroncong yang populer pada masa itu. Hal ini menunjukkan adanya akulturasi budaya yang terjadi pada masa lalu.

Sejarah tersembunyi dari lagu gereja tua ini menjadi hal yang sangat menarik untuk dipelajari. Sebagai umat Kristen, kita dapat memahami pesan moral dan religius yang terkandung dalam lirik lagu tersebut. Selain itu, kita juga dapat memahami kondisi sosial dan budaya pada masa lalu melalui lagu-lagu gereja tua.

Sebagaimana dikatakan oleh Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, “Lagu-lagu gereja mempunyai kekuatan untuk menghubungkan kita dengan Tuhan. Kita dapat memuji dan bersyukur atas anugerah-Nya melalui lagu-lagu tersebut.”

Dalam mempelajari sejarah tersembunyi dari lagu gereja tua, kita dapat memperkaya pemahaman kita tentang agama, sejarah, dan budaya. Sehingga, kita dapat menikmati lagu-lagu gereja tua dengan lebih mendalam dan mengambil hikmah dari pesan moral dan religius yang terkandung dalam liriknya.

Referensi:
– http://www.kompasiana.com/aminudin.atta/gombloh-tak-menyanyikan-gereja-tua-dalam-iringan-musik-keroncong_551a3b6f813311a07c0d2d38
– https://www.katoliknews.com/2017/07/14/lagu-gereja-sebagai-media-penghubung-umat-dengan-tuhan/