Sejarah Singkat Reformasi Gereja di Indonesia


Sejarah Singkat Reformasi Gereja di Indonesia

Reformasi gereja di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20 ketika orang-orang Kristen di Indonesia mulai merasa perlu memperbarui praktik praktik gereja mereka yang telah berlangsung selama berabad-abad. Sejarah singkat reformasi gereja di Indonesia mencakup perjuangan untuk memperbarui praktik ibadah, pengajaran, serta tata kelola gereja.

Salah satu tokoh kunci dalam sejarah reformasi gereja di Indonesia adalah Gereja Kristen Indonesia, yang didirikan pada tahun 1935. “Gereja Kristen Indonesia bermula dari semangat untuk menciptakan gereja yang terbuka, inklusif, dan melayani masyarakat,” kata Pdt. Dr. Andreas Yewangoe, seorang teolog Kristen Indonesia.

Pada tahun 1947, Konferensi Gereja-gereja Asia diadakan di Jakarta, di mana para pemimpin gereja dari seluruh Asia berkumpul untuk membahas isu-isu gereja dan masyarakat. Konferensi ini menjadi awal dari gerakan ekumenis di Indonesia, di mana gereja-gereja berusaha untuk bekerja sama dan memperkuat hubungan dengan gereja-gereja lain di seluruh dunia.

Selama tahun-tahun berikutnya, gereja-gereja di Indonesia terus memperbarui praktik-praktik mereka. Pada tahun 1965, misalnya, Gereja Kristen Indonesia memperkenalkan konsep “Gereja Tanpa Dinding,” yang menekankan pentingnya gereja sebagai komunitas yang terbuka untuk semua orang, bukan hanya bagi mereka yang sudah tergabung dalam gereja.

Namun, perjalanan reformasi gereja di Indonesia tidak selalu berjalan mulus. Ada upaya-upaya untuk menghentikan reformasi gereja, terutama selama masa pemerintahan Orde Baru. Namun, gereja-gereja di Indonesia terus berjuang untuk memperbarui praktik-praktik mereka dan memperkuat hubungan dengan gereja-gereja lain di seluruh dunia.

Pada akhirnya, reformasi gereja di Indonesia membawa perubahan positif bagi komunitas Kristen di Indonesia. “Reformasi gereja di Indonesia membawa perubahan signifikan dalam hal praktik-praktik gereja, pengajaran, dan tata kelola gereja,” kata Pdt. Dr. Andreas Yewangoe. “Sekarang, gereja-gereja di Indonesia lebih terbuka dan inklusif, dan lebih melayani masyarakat.”

Referensi:
– Yewangoe, Andreas. “Reformasi Gereja di Indonesia: Sejarah, Tantangan, dan Harapan.” Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 14, no. 1 (2019): 1-15.
– “Gereja Kristen Indonesia.” Diakses pada 20 Juni 2021, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_Kristen_Indonesia.